Senin, 03 Januari 2011

Curriculum Vitae

Personal Details

Full Name
Sex
Place, Date of Birth
Nationality
Marital Status
Height, Weight
Health
Religion
Address
Mobile
Phone
E-mail
: Satio Safarudin
: Male
: Jakarta, Sept 3, 1989
: Indonesia
: Single
: 165 cm, 60 kg
: Perfect
: Moslem
: Harsono RM Street, No 27, Jakarta 12550
: 085697917xxx
: 021 - 78187xx
: exsuckz@gmail.com

Educational Background

1995 - 2002
2002- 2005
2005- 2007
2007- Now
: SDN 04 Kebagusan, Jakarta
: Junior High School 175, Jakarta
: Senior High School PR 1, Jakarta
: Accounting Department at the University of Gunadarma, Depok
Course & Education

2004 - 2004
: Tax Course (Brevet A & B) di Gunadarma, Jakarta

Qualifications
  1. Accounting & Administration Skills (Journal Printing & Calculation, Ledger, Petty Cash Payroll & Calculation, Inventory Controls, Project Data Updating, Teller, Salary Caldulation).
  2. Taxation System.
  3. Computer Literate (MS Word, MS Excel, MS Power Point, MS Access, MS Outlook).
  4. Internet Literate.

Working Experience
Working at PT. Jump, Jakarta
Period
Purpose
Position
: August 2007 - January 2008
: Permanently working
: Accounting & Taxation staff
Job's Description :
  • Payroll Staff;
  • Project's data updating;
  • Business correspondences;
  • Expatriates documentation filling & follow up;
  • Translation;
  • Appointment arrangement;
  • Filling anda data updating;
  • Arranged of business trip schedule;
  • Meeting budget arrangement;
  • Procurement filling, inventory control, and administration asistant;
  • Preparing for breakdown statement for the project, preparing intern finance circular correspondences, and preparing for the presentation materials;
  • Issuing invoice & receipt for vendor and customers;
  • Inventory Controller;
  • Preparation of purchase requirement and purchase order;
  • Invoice & payment arrangement.

Jakarta, January 3, 2011



Satio Safarudin

THE BIG FOUR Kantor Akuntan Publik

THE BIG FOUR Auditor Empat Besar (The Big Four Auditors) adalah kelompok empat firma jasa profesional dan akuntansi internasional terbesar, yang menangani mayoritas pekerjaan audit untuk perusahaan publik maupun perusahaan tertutup. Auditor Empat Besar adalah sebagai berikut, dengan data terakhirnya: Firma Pendapatan Karyawan Tahun Fiskal PricewaterhouseCoopers [1] $28.2 miliar 146.700 2008 Deloitte Touche Tohmatsu [2] $27.4 miliar 165.000 2008 Ernst & Young [3] $24.5 miliar 130.000 2008 KPMG [4] $19.8 miliar 123.000 2007 Kelompok ini sempat dikenal sebagai "Delapan Besar", dan berkurang menjadi "Lima Besar" melalui serangkaian kegiatan merger. Lima Besar menjadi Empat Besar setelah keruntuhan Arthur Andersen pada 2002, karena keterlibatannya dalam Skandal Enron. Big 4 (mulai 2002) Kantor akuntan Arthur Andersen didakwa melawan hukum karena menghancurkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pengauditan Enron, dan menutup-nutupi kerugian jutaan dolar dalam Skandal Enron yang meledak pada tahun 2001. Hasil keputusan hukum secara efektif menyebabkan kebangkrutan global dari bisnis Arthur Andersen. Kantor-kantor koleganya di seluruh dunia yang berada di bawah bendera Arthur Andersen seluruhnya dijual dan kebanyakan menjadi anggota kantor akuntan internasional lainnya. Di Britania Raya, para partner Arthur Andersen setempat kebanyakan bergabung dengan Ernst & Young dan Deloitte Touche Tohmatsu. Di Indonesia, para partner Arthur Andersen pada akhirnya bergabung dengan Ernst & Young. Bangkrutnya Arthur Andersen meninggalkan hanya empat kantor akuntan internasional di seluruh dunia, yang menyebabkan masalah besar bagi perusahaan-perusahaan internasional besar, karena mereka diharuskan untuk menggunakan kantor akuntan yang berbeda untuk pekerjaan audit perusahaan dan layanan non-auditnya. Karena itu, hilangnya salah satu kantor akuntan besar itu telah menurunkan tingkat kompetisi di antara kantor-kantor akuntan dan menyebabkan meningkatnya beban akuntansi bagi banyak klien. Jenis Swiss Verein Industri Jasa profesional Didirikan 1987; komponen individual sejak 1870 Kantor pusat Amsterdam, Belanda Produk Audit Pajak Penasehat Pendapatan 15.7 miliar dolar AS (2005) Karyawan 104.000 Situs web www.kpmg.com KPMG adalah salah satu perusahaan jasa profesional terbesar di dunia. KPMG mempekerjakan 104.000 orang dalam partnership global menyebar di 144 negara. Pendapatan komposit dari anggota KPMG pada 2005 adalah US$15,7 milyar. KPMG memiliki tiga jalur layanan: audit, pajak, dan penasehat. KPMG adalah salah satu anggota the Big Four auditors, bersama dengan PricewaterhouseCoopers, Ernst & Young dan Deloitte. Setiap perusahaan nasional KPMG adalah sebuah badan legal independen dan merupakan anggota dari KPMG internasional, perusahaan Swiss Verein yang bermarkas besar di Belanda. Pada awal 2005, perusahaan anggotanya di AS, KPMG LLP, dituduh oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat atas penipuan dalam memasarkan perlindungan pajak yang menyimpang dari hukum. Dalam suatu kesepakatan, KPMG LLP mengakui telah berbuat kejahatan dengan menciptakan perlindungan pajak palsu untuk menolong klien-kliennya yang kaya untuk menghindari pajak sebesar $2.5 milyar dan setuju untuk membayar hukuman denda sebesar $456 juta. KPMG LLP tidak akan menghadapi tuntutan hukum atas perbuatan kriminal ini selama ia setuju dengan syarat-syarat dalam kesepakatan dengan pemerintah. KPMG International dipimpin oleh Michael D.V. Rake, Ketua, Mitra Senior KPMG di Britania Raya; Michael P. Wareing, CEO, Mitra KPMG di Britania Raya; John B. Harrison, Ketua-Wilayah Asia Pasifik, Mitra KPMG di RRT dan Hong Kong; Timothy P. Flynn, Ketua-Wilayah Amerika, Ketua KPMG di Amerika Serikat; Ben van der Veer, Ketua-Wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Ketua KPMG di Belanda. Jenis Swasta Industri Jasa Profesional Didirikan London, Britania Raya (1895) Kantor pusat New York City, New York Tokoh penting William G. Parrett, Pimpinan Piet Hoogendoorn, Ketua Produk Audit Perpajakan Konsultansi Jasa risiko korporasi Penasehat keuangan Pendapatan 18,2 miliar dollar Amerika Serikat (2005) Karyawan 121,283 (2005) Situs web www.deloitte.com Deloitte Touche Tohmatsu (juga terkenal dengan merek Deloitte) adalah urutan kedua terbesar di dunia dalam bidang jasa profesional setelah PricewaterhouseCoopers dan merupakan anggota dari the Big Four auditors, sebuah kelompok kantor akuntan internasional terbesar di dunia. Dalam tahun 2004, dengan 16,4 miliar dolar Amerika Serikat, mereka merupakan yang terbesar di antara the Big Four auditors dalam hal penghasilan. Sebagai tambahan dari jasa akuntansi, Deloitte adalah satu dari kantor penasehat bisnis yang terbesar di dunia yang menawarkan jasa manajemen strategik dan operasional pada perusahaan-perusahaan dalam Fortune 500. Sebelumnya, kantor ini dikenal dengan nama Deloitte & Touche yang terbentuk karena bergabungnya Touche Ross dan Deloitte Haskins & Sells (di luar Kerajaan Inggris) pada tahun 1990. Dalam tahun 1993, kantor internasional mengubah namanya menjadi Deloitte Touche Tohmatsu, nama yang ketiga berasal dari kantor Tohmatsu & Co, yang bergabung dengan Touche Ross dalam tahun 1975. Nama kantor ini merupakan gabungan nama William Welch Deloitte, George Touche, dan Panglima Nobuzo Tohmatsu. Nama Deloitte adalah nama tertua yang terus-menerus digunakan dalam profesi akuntansi. Deloitte Touche Tohmatsu berbentuk hukum Swiss Verein, suatu organisasi keanggotaan berdasarkan Undang-undang Sipil Swiss (Swiss Civil Code) dimana setiap anggotanya merupakan badan hukum tersendiri dan independen. Kantor pusat globalnya berkedudukan di Manhattan, New York. Menurut website-nya, sampai tahun 2004, Deloitte mempekerjakan 115.000 profesional pada hampir 150 negara, menawarkan jasa audit, perpajakan, konsultansi dan penasehat keuangan kepada lebih dari separuh jumlah perusahaan terbesar di dunia. Deloitte di Indonesia di wakili oleh Osman Bing Satrio dan Rekan, juga didukung oleh PT. Deloitte Konsultan Indonesia dan Deloitte Tax Service. PricewaterhouseCoopers Jenis Partnership Industri Akuntansi Jasa,Professional Perpajakan Konsultansi Didirikan 1849 (nama yang sekarang digunakan sejak 1998) Kantor pusat Kantor pusat di New York City Tokoh penting Samuel A. DiPiazza Jr, Pimpinan Produk Jasa Profesional Pendapatan 20.3 miliar dolar AS (2005) Karyawan 130.000 Situs web www.pwc.com PricewaterhouseCoopers (PwC) adalah kantor jasa professional terbesar di dunia saat ini. Kantor ini dibentuk pada tahun 1998 dari penggabungan usaha antara Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand. PwC adalah yang terbesar di antara the Big Four auditors, yang lainnya adalah Deloitte, Ernst & Young dan KPMG. Penghasilan gabungan PricewaterhouseCoopers di seluruh dunia mencapai 20.3 miliar dolar Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2005, dan mempekerjakan lebih dari 130.000 profesional di 148 negara. Di Amerika Serikat kantor ini beroperasi dengan nama PricewaterhouseCoopers LLP yang merupakan perusahaan swasta terbesar keenam. Sejarah Kantor ini dibentuk dengan adanya penggabungan usaha dari dua kantor besar yaitu Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand. Kedua kantor ini memiliki sejarah panjang sejak abad ke-19. Price Waterhouse Samuel Price, seorang akuntan, mulai praktek di London pada tahun 1849. Dalam tahun 1865 Price membuat persekutuan dengan William Holyland dan Edwin Waterhouse. Sejak tahun 1874 kantor ini kemudian dikenal dengan nama Price, Waterhouse & Co. Holyland akhirnya meninggalkan persekutuan itu dan kemudian huruf '& Co' dan koma dihilangkan dari nama kantor tersebut. Di akhir tahun 1800-an, Price Waterhouse mendapat pengakuan sebagai suatu kantor akuntan publik tepercaya. Dengan berkembangnya perdagangan antara Britania Raya dan Amerika Serikat, Price Waterhouse kemudian membuka kantornya di New York dalam tahun 1890, yang kemudian kantor di Amerika ini berkembang dengan sangat pesatnya. Kantor asalnya di Inggris juga membuka banyak kantor di negara-negara Persemakmuran Inggris. Setiap kali mendirikan persekutuan terpisah di setiap negara, setiap sekutu yang diberikan insentif yang baik untuk meluaskan praktek lokalnya. Jadi kegiatan PW di seluruh dunia merupakan suatu gabungan kantor-kantor lokal yang berkembang secara alamiah dibandingkan dengan merupakan hasil dari penggabungan usaha internasional. Untuk menambah pembentukan kantor di berbagai ibukota utama dunia, seringkali PW atau Cooper menggabungkan diri dengan kantor akuntan lokal. Dengan cara ini terbentuklah kantor-kantor di tiap negara dan menggelembungkan jumlah kantornya agar bisa menawarkan jasanya dimanapun mereka berada. Pertumbuhan juga dirasakan dengan bertambahnya kebutuhan audit khususnya setelah Depresi Hebat dalam tahun 1920-an dan 1930-an dan juga dengan bertambah kompleksnya perpajakan. Sebagai kelanjutan usahanya dalam memperoleh skala ekonomis, PW dan Arthur Andersen pernah membicarakan suatu penggabungan dalam tahun 1989, namun akhirnya negosiasi ini gagal terutama karena adanya konflik kepentingan contohnya keterkaitan bisnis Andersen dengan IBM padahal PW mengaudit IBM. Dalam tahun 1998 Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand bergabung dan membentuk PricewaterhouseCoopers. Tahun berikutnya, pembicaraan untuk menggabungkan PwC dengan Grant Thornton gagal. Oleh karena berkurangnya jumlah kantor-kantor besar, sepertinya otoritas pengatur kompetisi akan sulit meluluskan ijin penggabungan usaha. Struktur dan jenis jasa Bentuk hukum suatu persekutuan sangat berbeda dengan suatu perusahaan dan sebenarnya secara global kantor ini merupakan gabungan dari kantor-kantor anggota yang mempunyai otonomi sendiri dalam masing-masing jurisdiksi negaranya masing-masing. Rekan senior dari kantor-kantor anggota duduk dalam suatu jajaran direksi yang merupakan payung organisasi yang dinamakan PricewaterhouseCoopers International Limited, suatu perusahaan yang di Britania Raya yang melakukan koordinasi. Saat ini, secara global dipimpin oleh Samuel A. DiPiazza Jr, (52 tahun), seorang rekan ex-Coopers & Lybrand. PricewaterhouseCoopers memberikan bidang jasa di banyak negara di antaranya: • Audit dan Atestasi, • Perpajakan, (perencanaan dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan) • Konsultansi, termasuk pemantapan kinerja, transaksi dan penggabungan usaha serta akuisisi, dan manajemen krisis dalam berbagai area spesialisasi seperti jasa konsultansi akuntansi dan aktuarial Daftar klien Sekitar 82% dari penghasilan tahunan PwC disumbang oleh Eropa dan Amerika Utara, Eropa sendiri mencatat sebesar 45%. Jasa yang paling dominan adalah Audit dan Atestasi, yang menyumbang lebih dari 50% pendapatan PwC. Pada Maret 2005, klien audit PricewaterhouseCoopers termasuk empat dari sepuluh perusahaan publik terbesar di Amerika Serikat (ExxonMobil, Ford Motor Company, ChevronTexaco dan IBM). PwC juga mengaudit empat dari sepuluh perusahaan terbesar di Britania Raya (GlaxoSmithKline, Royal Dutch Shell, Barclays dan Lloyds TSB). Klien besar PwC lain di antaranya American International Group, Freddie Mac, Bank of America, JP Morgan Chase, Tesco, Unilever, dan Academy of Motion Picture Arts and Sciences, yang melakukan tabulasi pemungutan suara untuk Academy Awards.

Kecurangan Oleh Auditor

Pada penelitian terbaru yang dilakukan oleh the Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO), kecurangan (fraud) dalam pelaporan keuangan oleh perusahaan-perusahaan publik di Amerika Serikat memberikan konsekuensi negatif yang signifikan terhadap para investor dan eksekutif.

Penelitian COSO tersebut, dengan menelaah tuduhan kecurangan laporan keuangan yang diselidiki oleh Securities and Exchange Commission (SEC) dalam kurun waktu sepuluh tahun antara tahun 1998 – 2007, menemukan fakta bahwa berita dugaan kecurangan telah mengakibatkan penurunan abnormal harga saham rata-rata 16,7% dalam dua hari setelah diumumkan. Perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kecurangan seringkali mengalami kebangkrutan, delisting dari bursa efek, atau harus menjual aset, dan sembilan dari sepuluh kasus-kasus SEC tersebut menyebutkan CEO dan/atau CFO perusahaan yang bersangkutan diduga terlibat dalam kecurangan.

Chairman COSO, David Landsittel, mengatakan bahwa analisis mendalam dalam penelitian tersebut terkait tentang sifat, jangkauan, dan karakteristik dari kecurangan pelaporan keuangan memberikan pemahaman yang sangat membantu tentang isu-isu baru dan berkelanjutan yang perlu segera ditangani. ”Semua pihak yang terlibat dalam proses pelaporan keuangan harus terus berfokus pada cara-cara untuk mencegah, menghalangi, dan mendeteksi kecurangan pelaporan keuangan,” kata Landsittel. ”COSO berencana untuk mensponsori penelitian lanjutan mengenai kecurangan pelaporan keuangan, serta pengembangan lebih lanjut pedoman pengendalian internal, untuk membantu pihak-pihak yang terlibat dalam proses pelaporan keuangan.”

Penelitian COSO di atas menelaah hampir 350 kasus dugaan kecurangan pelaporan keuangan yang diselidiki oleh SEC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

* Kecurangan keuangan memengaruhi perusahaan dari semua ukuran, dengan median perusahaan memiliki aktiva dan pendapatan hanya di bawah $100juta.
* Median kecurangan adalah $12,1 juta . Lebih dari 30 kasus dengan masing-masing kasus melibatkan jumlah lebih dari $500 juta.
* SEC menyebutkan CEO dan/atau CFO terindikasi terlibat pada 89% dari kasus kecurangan. Dalam waktu dua tahun penyelesaian penyelidikan SEC, sekitar 20% dari para CEO / CFO berlanjut pada dakwaan serta lebih dari 60% di antaranya divonis bersalah.
* Kecurangan mengenai pendapatan tercatat lebih 60% dari kasus.
* Banyak karakteristik yang biasanya menjadi pengamatan umum dewan direktur dan komite audit, seperti: ukuran, frekuensi rapat, komposisi, serta pengalaman, tidak berbeda secara signifikan antara perusahaan yang terlibat kecurangan dengan yang tidak. Upaya-upaya pengaturan tata kelola perusahaan terbaru tampaknya telah mengurangi variasi dalam karakteristik terkait dewan direktur yang diamati.
* Dua puluh enam persen dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kecurangan mengganti auditor selama periode yang diteliti dibandingkan dengan hanya 12 persen dari perusahaan-perusahaan yang tidak terlibat.
* Berita awal dalam media massa mengenai dugaan adanya kecurangan mengakibatkan penurunan tidak normal harga saham rata-rata sebesar 16,7 persen untuk perusahaan yang terlibat kecurangan, dalam dua hari setelah pengumuman.
* Berita mengenai investigasi SEC atau Departemen Kehakiman mengakibatkan penurunan tidak normal harga saham rata-rata 7,3 persen.
* Perusahaan yang terlibat dalam kecurangan sering mengalami kebangkrutan, delisting dari bursa efek, atau melakukan penjualan aset yang material dengan tingkat yang jauh lebih tinggi daripada perusahaan yang tidak terlibat kecurangan.

Penelitian COSO dilakukan oleh empat profesor akuntansi: Mark S. Beasley dari North Carolina State University, Joseph V. Carcello dari University of Tennessee, Dana R. Hermanson dari Kennesaw State University, dan Terry L. Neal dari University of Tennessee. Penelitian ini meng-update penelitian COSO sejenis sebelumnya diterbitkan pada tahun 1999, untuk kasus-kasus kecurangan pelaporan keuangan dekade 1987-1997.

Profesor Beasley, yang juga merupakan anggota dewan COSO, mencatat bahwa penelitian tambahan diperlukan untuk lebih memahami perbedaan dalam proses seputar dewan direksi dan komite audit. ”Kita perlu untuk menentukan apakah ada proses tertentu berkaitan dengan dewan direksi yang dapat memperkuat pengawasan mereka terhadap risiko-risiko yang mempengaruhi laporan keuangan,” katanya. ”Selain itu, mengingat jumlah kecurangan diperiksa dalam penelitian ini terbatas dan terkait dengan jangka waktu setelah penerbitan Sarbanes-Oxley Act of 2002 termasuk implementasi Seksi 404, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum dapat diambil kesimpulan tentang dampak SOX tersebut dalam mengurangi kecurangan pelaporan keuangan.”


Ref : http://auditorinternal.com

Langkah-Langkah Menjadi Auditor

Arens et al (2003) menyatakan bahwa audit dilakukan oleh orang yang kompeten, independen dan obyektif atau disebut sebagai auditor. Berdasarkan kelompok atau pelaksana audit, auditor dibagi 3 jenis yaitu:

1) Auditor ekstern/independent bekerja untuk kantor akuntan publik yang statusnya diluar struktur perusahaan yang mereka audit. Pada umumnya, auditor ekstern menghasilkan Laporan Hasil Audit atas Laporan Keuangan.

2) Auditor intern bekerja untuk perusahaan yang mereka audit. Laporan Hasil Audit Operasional/Manajemen umumnya berguna bagi manajemen perusahaan yang diaudit dalam melakukan perbaikan kinerja perusahaan. Oleh karena itu tugas internal auditor biasanya adalah audit operasional/manajemen.

3) Auditor Pemerintah yaitu auditor yang bekerja untuk kepentingan pemerintah, misalnya di bidang perpajakan atau audit terhadap dana-dana yang bersumber dari pemerintah.

Seorang auditor dikatakan profesional jika dalam bekerja selalu berpedoman pada Standar Audit. Dalam standar umum khususnya disebutkan bahwa auditor harus ahli, trampil dan mempunyai kehati-hatian profesional serta tidak memihak yang pada akhirnya akan merugikan salah satu pihak yang berkepentingan. Auditor yang profesional akan merencanakan audit sebaik-baiknya, mempertimbangkan risiko yang timbul dan melakukan pengumpulan serta pengujian bukti secara cermat. Jika seluruh proses dilalui sesuai dengan standar, maka hampir dapat dipastikan bahwa Laporan Hasil Audit yang dihasilkan akan dapat dipertanggungjawabkan secara profesi.

Tentu saja untuk menjadi seorang auditor profesional tidak seperti membalikan telapak tangan, tetapi melalui proses yang panjang dan berkelanjutan.

Saran berikut ini diharapkan dapat menjadikan seseorang dapat menjadi auditor yang profesional:

1) Memupuk sejak dini sifat/sikap positif, seperti jujur, rasa ingin tahu yang tinggi, tidak cepat merasa puas dan etika yang tinggi.

2) Pendidikan formal berkelanjutan, terutama untuk mendapatkan konsep-konsep dasar akuntansi dan auditing.

3) Pendidikan dan latihan profesi berkelanjutan untuk memperoleh sertifikat auditor dan mengembangkan kemampuan teknis dan komunikasi serta pengetahuan mengenai isu terkini di bidang akuntansi dan auditing.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Kita Selamanya

Detak detik tirai mulai menutup panggung tanda skenario
baru mulai diusung lembaran kertas barupun terbuka tinggalkan yang lama,
biarkan sang pena berlaga..

kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu
pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu masa jaya putih biru atau abu-abu
memori cerita cinta aku, dia dan kamu..

Saat dia masuki alam pikiran
ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan,,

Cinta masa sekolah yang pernah terjadi,,
" Dat was the moment a part of sweet memorydat... "

kita membumi, melangkah berdua..
kita ciptakan hangat sebuah cerita mulai dewasa, cemburu dan bungah
finally now, its our time to make a history..

Saat duka bersama, tawa bersama,,
berpacu dalam prestas hal yang biasa..

satu persatu memori terekam didalam api semangat yang tak mudah padam,,
kuyakin kau pasti sama dengan diriku pernah berharap agar waktu ini tak berlalu..

kawan... kau tahu kan ?
beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan...

Bergegaslah, kawan... tuk sambut masa depan,,
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!

kenanglah sahabat...
kita untuk selamanya!

Satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori,
satu cerita teringat didalam hati..
karena kau berharga dalam hidupku, teman.

Untuk satu pijakan menuju masa depan...

Dalam Pahit Itu Ada Manisnya

Jika kita tahu ada ranjau dan duri di tengah jalan, kita boleh meilih jalan lain.
Tapi kalau jalan itu juga menjadi pilihan kita, maka bersedialah utk menempuh semua ranjau-ranjau ini.

Kadangkala peristiwa atau permasaalahan yg berlaku itu ada baiknya kita menerimanya sebagai satu dugaan, namun sekiranya kita sengaja menempah kedukaan, jangan salahkan takdir sebaliknya salahkan diri sendiri yg tidak tahu menilai antara yg buruk dgn yg baik.

Dunia ini dipenuhi dgn berbagai ragam dan kehidupan.
kita sendirilah yg memilih kesepian atau kesedihan, Manusia adalah makhluk yg mudah untuk berasa sepi walaupun mereka sebenarnya hidup di tengah keriuhan alam.

Kita sering menangisi sebuah kematian tapi sukar utk menghargai kehidupan.
Kita sering menangis pilu mengenangkan perpisahan sedangkan terlalu banyak pertemuan yg kita sia siakan.
Kita juga kerap ketawa tetapi tak faham apa yg sedang kita ketawakan itu, Malah ramainya di antara kita yg memuja cinta tetapi apabila berlaku perpisahan, hilang semua kebaikan cinta yg selama ini dijunjung tinggi.
Jarang benar org bersedia utk berpisah kasih dgn cara yg baik, sebagaimana mereka memulakan sebuah percintaan. Sering kita dengar suara2 yg penuh dgn kebencian terhadap seseorang sedangkan selama ini org itulah yg didewa-dewakan.

Janganlah mudah berputus asa dan suka memandang sesuatu perkara itu dari sudut keburukan semata-mata, sering mengatakan kehidupan ini adalah satu kepahitan.

Sekiranya kita ingin memandang dari sudut lain, banyak lagi kegembiraan yg boleh kita perolehi dan boleh membuat kita tersenyum ketika kita mengalaminya atau ketika mengenangkannya semula.

Pahit dalam kehidupan itu bukan satu kesalahan, kerana dgn adanya rasa pahitlah kita peka terhadap sebuah kemanisan.

Sama seperti org bercinta, ia tidak mungkin manis sepanjang masa Kerana dalam cinta ada penolakan, ada pertengkaran, ada kesabaran dan ada perpisahan.

Inilah yg membangunkan kita menjadi seorang manusia dewasa akal dan fikirannya . . .

Contoh CV

Photo

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Data Pribadi

Nama : Satio Safarudin

Alamat : JL. Harsono RM. Rt.009/04 No.27

Kel. Ragunan. Kec. Pasar Minggu

Jakarta Selatan.

Kode Post : 12550

Nomor Telepon : (021) 7818760

Email : tyochovalent@ymail.com

Jenis Kelamin : Pria

Tanggal Kelahiran : 03 September 1989

Status : Belum Menikah

Warga Negara : Indonesia

Agama : Islam

Preferensi Pekerjaan

Bidang Pekerjaan yang diminati : Akuntan Public

Gaji yang dikehendaki : Rp. 7.000.000,-

Ketersediaan waktu : Senantiasa tersedia

Riwayat Pendidikan dan Pelatihan

Jenjang Pendidikan : S1

Periode

Sekolah / Institusi / Universitas

Jurusan

Jenjang

IPK

03

-

05

SMPN 175 JAKARTA

-

-

19.64

05

-

07

SMA PERGURUAN RAKYAT

IPA

-

25.14

07

-

11

UNIVERSITAS GUNADARMA

Ak.

S1

3.26

Pendidikan Non Formal / Training – Seminar


  1. Kursus Perpajakan
  2. Seminar Pajak

Kecakapan Berbahasa

No

Bahasa

Kemampuan

Membaca

Menulis

Berbicara

Mendengar

1

Inggris

Ya

Ya

Ya

Ya

Demikian CV ini saya buat dengan sebenarnya.

( Satio Safarudin )